Senin, 29 Oktober 2012

PENDIDIKAN IPS SD II Pengaruh peristiwa alam terhadap kehidupan sosial


PERISTIWA ALAM DAN PENGARUHNYA TERHADAP KEHIDUPAN SOSIAL




Oleh :
Kelompok 2
















PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS BORNEO
TARAKAN
2012

PERISTIWA ALAM DAN PENGARUHNYA TERHADAP KEHIDUPAN SOSIAL



Tugas ini diajukan untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Pendidikan IPS SD II, Dosen pengampu Aksan Sofian, SE , M.Pd.






Oleh:
Samsuri Lukmana                   11601050023
Alfiatun Nikmah            11601050029
Lingga Ayu Wiranti       11601050030
Sumarni                         11601050031
Maska                            11601050045




PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS BORNEO
TARAKAN
2012
DAFTAR ISI





BAB I

PENDAHULUAN


A.    Latar Belakang

Bencana alam sebagai peristiwa alam dapat terjadi setiap saat dimana saja dan kapan saja, disamping menimbulkan kerugian material dan imaterial bagi kehidupan masyarakat.Gerakan tanah adalah salah satu bencana alam yang sering mengakibatkan kerugian harta benda maupun korban jiwa dan menimbulkan kerusakan sarana dan prasarana lainnya yangmembawadampaksosialdanekonomi.
Bencana adalah sesuatu yang tidak kita harapkan, oleh karena itu pemahaman terhadap proses terjadinya gerakan tanah berikut faktor penyebabnya menjadi sangat penting bagi pemerintah maupun masyarakat. Alternatif penanggulangan bencana baik dari aspek pencegahan (preventif), pengurangan (mitigasi) maupun penanggulangan (rehabilitasi) perlu dikaji secara mendalam.

B.     Rumusan Masalah

1.       Untuk mengetahui berbagai bencana alam
2.       Untuk mengetahui bagaimana pengaruh peristiwa alam yang membahayakan tersebut terhadap kehidupan sosial


BAB II

PEMBAHASAN


A.    Kajian Teori

1.      Pengertian Bencana (Peristiwa alam yang membahayakan)
a.       Secara umum pengertian bencana adalah kejadian tiba-tiba atau musibah yang besar yang mengganggu susunan dasar dan fungsi normal dari suatu masyarakat atau komunitas (UNDP 2007).
b.      Pengertian bencana dalam Kepmen No. 17/kep/Menko/Kesra/x/95 adalah sebagai berikut :
Bencana adalah Peristiwa atau rangkaian peristiwa yang disebabkan oleh alam, manusia, dan atau keduanya yang mengakibatkan korban dan penderitaan manusia, kerugian harta benda, kerusakan lingkungan, kerusakan sarana prasarana dan fasilitas umum serta menimbulkan gangguan terhadap tata kehidupan dan penghidupan masyarakat.
c.       Menurut Coburn, A. W. dkk. 1994. Di dalam UNDP mengemukakan bahwa
Bencana adalah Satu kejadian atau serangkaian kejadian yang memberi meningkatkan jumlah korban dan atau kerusakan, kerugian harta benda, infrastruktur, pelayanan-pelayanan penting atau sarana kehidupan pada satu skala yang berada di luar kapasitas norma.
d.      Sedangkan Heru Sri Haryanto (2001 : 35 ) Mengemukakan bahwa:
Bencana adalah Terjadinya kerusakan pada pola pola kehidupan normal, bersipat merugikan kehidupan manusia, struktur sosial serta munculnya kebutuhan masyarakat.

2.      Pengertian Bencana alam (Peristiwa alam yang membahayakan)
Bencana alam adalah konsekuensi dari kombinasi aktivitas alami (suatuperistiwa fisik, seperti letusan gunung, gempa bumi, tanah longsor) dan aktivitasmanusia. Karena ketidakberdayaan manusia, akibat kurang baiknya manajemenkeadaan darurat, sehingga menyebabkan kerugian dalam bidang keuangan dan struktural, bahkan sampai kematian.

3.      Pengertian Gempa Bumi
Menurut pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Gempa Bumimerupakan pelepasan energy yang menyebabkan dislokasi (pergeseran) pada bagian dalam bumi secara tiba-tiba.

B.     Pembahasan

Peristiwa alam adalah peristiwa yang terjadi karena pengaruh yang ditimbulkan oleh alam itu sendiri. Peristiwa alam dapat bersifat merugikan dan membahayakan. Akan tetapi dapat pula tidak membahayakan, contoh peristiwa alam yang membahayakan adalah banjir, gunung meletus, gempa bumi dll. Sedangkan peristiwa alam yang tidak membahayakn misalnya pergantian musim, terbentuknya embun dan pelangi.
Tetapi dalam makalah ini akan lebih dibahas mengenai peristiwa alam yang merugikan dan bagaimana pengaruh dari peristiwa alam tersebut terhadap kehidupan social.
Peristiwa alam yang membahayakan atau merugikan disebut juga bencana.
Berikut beberapa bencana alam tersebut:

1.      Gempa Bumi


Gempa bumi adalah getaran atau guncangan yang terjadi di permukaan bumi akibat pelepasan energi dari dalam secara tiba-tiba yang menciptakan gelombang seismik. Gempa Bumi biasa disebabkan oleh pergerakan kerak Bumi (lempeng Bumi). Frekuensi suatu wilayah, mengacu pada jenis dan ukuran gempa Bumi yang di alami selama periode waktu. Gempa Bumi diukur dengan menggunakan alat Seismometer. Moment magnitudo adalah skala yang paling umum di mana gempa Bumi terjadi untuk seluruh dunia. Skala Rickter adalah skala yang di laporkan oleh observatorium seismologi nasional yang di ukur pada skala besarnya lokal 5 magnitude. kedua skala yang sama selama rentang angka mereka valid. gempa 3 magnitude atau lebih sebagian besar hampir tidak terlihat dan besar nya 7 lebih berpotensi menyebabkan kerusakan serius di daerah yang luas, tergantung pada kedalaman gempa. Gempa Bumi terbesar bersejarah besarnya telah lebih dari 9, meskipun tidak ada batasan besarnya. Gempa Bumi besar terakhir besarnya 9,0 atau lebih besar adalah 9,0 magnitudo gempa di Jepang pada tahun 2011 (per Maret 2011), dan itu adalah gempa Jepang terbesar sejak pencatatan dimulai. Intensitas getaran diukur pada modifikasi Skala Mercalli.
Gempa bumi di Indonesia

Tercatat ada 10 gempa bumi terdashyat di Indonesia sejak tahun 2004 sampai 2009. Disini akan dipaparkan mengenai 2 peristiwa gempa yang terjadi di Indonesia.
Ø  Gempa Bumi di Sukabumi Jawa barat (Juni, 2012)
Gempa ini adalah gempa yang baru-baru ini melanda daerah Indonesia. Tepatnya gempa bumi yang mengguncang daerah Sukabumi, Jawa Barat yang berkekuatan 6,1 skala ricther terjadi pada hari Selasa (5/6) pukul 00.00 WIB. Gempa bumi ini pun menimbulkan berbagai kerugian, berdasarkan catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kerugian yang diakibatkan dari gempa bumi itu mencapai 2 Milyar. Jumlah kerugian ini tidak rumah yang rusak, tetapi bangunan lain seperti balai desa, masjid agung, mushola, pondok madrasah, sekolah, dll. Dari hasil verifikasi kerusakan bangunan, sebanyak 606 unit rumah rusak, dengan rincian 28 unit rumah rusak berat, 223 rumah rusak sedang, dan 355 rumah rusak ringan. Sedangkan untungnya tidak ada korban jiwa tetapi ada 2 warga yang luka-luka ringan.

Ø  Gempa Bumi di Yogyakarta dan Jawa Tengah (Mei, 2006)
Gempa Bumi tektonik kuat yang mengguncang Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah pada 27 Mei 2006 kurang lebih pukul 05.55 WIB selama 57 detik. Gempa Bumi tersebut berkekuatan 5,9 pada skala Richter. United States Geological Survey melaporkan 6,2 pada skala Richter; lebih dari 6.000 orang tewas, dan lebih dari 300.000 keluarga kehilangan tempat tinggal.
Walaupun gempa ini bukan salah satu gempa yang termasuk dalam kategori gempa terbesar di Indonesia, tetapi gempa ini merupakan salah satu gempa yang banyak memakan korban iwa. Gempa bumi yang melanda Yogyakarta dan jawa tengah 27 mei 2006 silam ini telah menyebabkan dampak yang begitu kompleks. Dampak paling konkret adalah korban jiwa dan kerusakan infrastruktur, baik rumah warga maupun fasilitas umum lainnya. Seperti yang disebutkan diatas bahwa lebih dari 6.000 orang tewas dan lebih dari 300.000 keluarga kehiangan tempat tinggal, sedangkan jika melihat kerusakan infrastruktur, kerusakan tersebut dijumpai dari segi fasilitas pelayanan air bersih, sanitasi maupun energy. Hal-hal tersebut tak dapat dipungkiri menyebabkan goncangan dalam kehidupan social

Pengaruh Gempa Bumi Terhadap Kehidupan Social

Berikut ini beberapa aspek kehidupan social yang terganggu akibat gempa yang melanda Yogjakarta (2006)
1.      Dampak psikologis
Dampak psikologis ini disebabkan perasaan sedih  dan panic karena salah seoranganggota keluarga atau sanak keluarga meninggal dunia akibat gempa tersebut.Adanya rasa takut yang teramat mendalam yang dirasakan oleh kebanyakan orang terhadap gempa susulan yang terjadi sekitar pukul 08.00 WIB.
Banyak keluarga yang tidak berdaya melihat rumah mereka roboh rata tanah dan semua harta benda mereka tidak ada yang bias diselalmlatkan selain baju yang sudah melekat dibadan, dan ketakutan untuk menatap masa depan.
Beban psikologi ini dirasakan semua orang yang terkena dampak dari gempa ini. Diperparah oleh isu tsunamiyang berhembus setelahnya beberapa saat gempa terjad. Kebanyakn orang mengungsi ketempat yang lebih tinggi tepatnya didaerah yang lebih tinggi.
Anak-anak dalam hal ini menjadi prioritas pertama dalam penanganan psikologis. Hal tersebut akan menjadi trauma yang mendalam dan mempengaruhi masa depannya kelak. Rasa takut yang dialami akan mengubah pribadi anak menjadi penakut dan tidak memiliki gairah untuk menuntut ilmu. Untuk itu penanganan terhadap psikologi anak menjadi prioritas bagi pemulihan kembali keadaan pasca gempa. Melihat hal ini banyak juga mahasiswa dan relawan yang sangat membantu. Setiap pulang sekolah anak-anak selalu diagendakan untuk bersenang-senng, bermain, bernyanyi, selalu dihibur mahasiswa dan relawan.
2.      Dampak lingkungan sekitar gempa
Banyak puing bangunan yang berserakan terutama dijalanan. Lingkungan menjadi sangat kotor. Warga yang kesehariannya sebelum terjadi gempa selalu giat membersihkan lingkungan rumah sekitarnya, ketika setelah terjadi gempa, warga tidak begitu memperhatikan kebersihan lingkungannya. Mereka berfokus pada bagaimana mereka bias makan pada keesokan harinya. Selain itu dengan dengan keadaan lingkungan yang kotr seperti itu , hal ini diperparah oleh datangnya musim hujan, menjadi sarang penyakit ISPA (Infeksi saluran pernapasan akut), flue, diare, tetanus dan campak. Selain itu warga susah mendapatkan air bersih. Pada hari H+1 ada bantuan berupa nasi bungkus disejumlah desa, setelah memakan nasi bungkus tersebut warga mengalami keracunan dan dilarikan kerumah sakit terdekat.
3.      Dampak terhadap pendidikan anak-anak korban gempa
Sekolah banyak juga yang mengalami kerusakan akibat gempa, sekolah yang paling parah robohnya adalah SD Batiran 1, SD Jabung 1 dan 2 SMP Kranigan, sengan bangunnya bangunan sekolah sangat berdampak pada kegiatan belajar mengajar. KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) sempat terhenti beberapa minggu hingga berbulan-bulan, sebelum proses rekontruksi bangunan sekolah selesai, KBM dilakukan di tenda-tenda. Namun banyak siswa yang mengeluhkan kegiatan KBM yang dilakukan ditenda karena rasa panas dan pengap yang membuat  siswa tidak fokus menyerap materi pelajaran.
4.      Dampak terhadap perkonomian daerah
Akibat gempa bumi tersebut, ekonomi mengalami kelumpuhan. Hal tersebut merata terdapat diberbagai desa di Gantiwarno seperti desa kragilan, ceporan, gresik, mutihan baturan. Masyarakat kecamatan gantiwarno mengalami kelumpuhan ekonomi selama satu masa tanam padi. Hal tersebut merupakan implikasi dari tipologi daerah gantiwarnoyang agraris. Masyarakat desa kragilan contohnya dengan mayoritas penduduk yang bergerak di sekotr agraris membuat penduduk desa mengaami kelumpuhan selama 4 bulan. Sebenarnya hal tersebut tidak hanya disebabkan oleh gempa, namun kondisi emosional penduduk yang mengalami depresi akibat kehilngan keluarga maupun harta benda, membuat penduduk kragilan tidak memiliki semangat untuk bercocok tanam. Selain akibat depresi banyakknya bantuan yang masuk membuat masyarakat desa kragilan menjadi malas dan enggan kembali bersusah payah bekerja sebagai buruh tani. Namun kondisi serupa juga dialami oleh masyarakat di kecamatan gantiwarno. Masyarakat korban gempa cenderung menjadi malas bekerja karena seluruh kebutuhan pada waktu itu tercukupi berkat bantuan.

2.      Gunung meletus


Gunung berapi atau gunung api secara umum adalah istilah yang dapat didefinisikan sebagai suatu sistem saluran fluida panas (batuan dalam wujud cair atau lava) yang memanjang dari kedalaman sekitar 10 km di bawah permukaan bumi sampai ke permukaan bumi, termasuk endapan hasil akumulasi material yang dikeluarkan pada saat meletus.
Lebih lanjut, istilah gunung api ini juga dipakai untuk menamai fenomena pembentukan ice volcanoes atau gunung api es dan mud volcanoes atau gunung api lumpur. Gunung api es biasa terjadi di daerah yang mempunyai musim dingin bersalju, sedangkan gunung api lumpur dapat kita lihat di daerah Kuwu, Grobogan, Jawa Tengah yang populer sebagai Bledug Kuwu.
Gunung berapi terdapat di seluruh dunia, tetapi lokasi gunung berapi yang paling dikenali adalah gunung berapi yang berada di sepanjang busur Cincin Api Pasifik (Pacific Ring of Fire). Busur Cincin Api Pasifik merupakan garis bergeseknya antara dua lempengan tektonik.
Gunung berapi terdapat dalam beberapa bentuk sepanjang masa hidupnya. Gunung berapi yang aktif mungkin berubah menjadi separuh aktif, istirahat, sebelum akhirnya menjadi tidak aktif atau mati. Bagaimanapun gunung berapi mampu istirahat dalam waktu 610 tahun sebelum berubah menjadi aktif kembali. Oleh itu, sulit untuk menentukan keadaan sebenarnya dari suatu gunung berapi itu, apakah gunung berapi itu berada dalam keadaan istirahat atau telah mati.
Apabila gunung berapi meletus, magma yang terkandung di dalam kamar magmar di bawah gunung berapi meletus keluar sebagai lahar atau lava. Selain daripada aliran lava, kehancuran oleh gunung berapi disebabkan melalui berbagai cara seperti berikut:
·         Aliran lava.
·         Letusan gunung berapi.
·         Aliran lumpur.
·         Abu.
·         Kebakaran hutan.
·         Gas beracun.
·         Gelombang tsunami.
·         Gempa bumi.

Gunung Berapi di indonesia
Merapi adalah gunung berapi di bagian tengah Pulau Jawa dan merupakan salah satu gunung api teraktif di Indonesia. Gunung ini sangat berbahaya karena menurut catatan modern mengalami erupsi (puncak keaktifan) setiap dua sampai lima tahun sekali dan dikelilingi oleh pemukiman yang sangat padat. Sejak tahun 1548, gunung ini sudah meletus sebanyak 68 kali.Terakhir kali hingga saat ini gunung merapi meletus pada tanggal 25 oktober pukul 17.00 sehingga atas kejadian itu tercatat belasan korban dan mengakibatkan mabha marijan meninggal dunia.
Kota Magelang dan Kota Yogyakarta adalah kota besar terdekat, berjarak di bawah 30 km dari puncaknya. Di lerengnya masih terdapat pemukiman sampai ketinggian 1700 m dan hanya berjarak empat kilometer dari puncak. Oleh karena tingkat kepentingannya ini, Merapi menjadi salah satu dari enam belas gunung api dunia yang termasuk dalam proyek Gunung Api Dekade Ini
Pengaruh Peristiwa Alam Gunung Meletus Terhadap Kehidupan Sosial
Akibat dari letusan ini tentu saja menimbulkan dampak bagi masyarakat Yogyakarta khusus nya masyarakat yang berda dekat dengan gunung tersebut, meletusnya gunung tersebut memberkan dampak yang positif maupun dampak negative seperti di jelaskan di bawah ini
Berikut beberapa kerugian (dampak negative)  yang diakibatkan dari meletusnya gunung merapi:
1.      Sektor pertanian:
Sub sektor tanaman holtikultura semusim, perkebunan salak, perikanan, dan peternakan terganggu dengan prakiraan total kerugian mencapai Rp 247 miliar terutama pada salak pondoh yang rugi Rp 200 miliar. Terdapat sekitar 900 UMKM di Sleman dari 2.500 UMKM untuk sementara berhenti total. Kebanyakan usahanya adalah peternakan, holtikultura dan kerajinan. Berdasarkan data Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan, Kamis (11/11), jumlah ternak yang mati akibat erupsi Merapi mencapai 1.961 ekor. Dari jumlah itu, sapi perah yang mati mencapai 1.780 ekor, sapi potong 147 ekor, kambing atau domba 34 ekor. Sementara selebihnya kebanyakan ditampung di Tirtomartani Kecamatan Kalasan dan Wedomartani, serta Kecamatan Ngemplak.
2.      Sektor Perikanan:
Di sektor perikanan kerugian diperkirakan cukup besar, yaitu sekitar 1.272 ton.
3.      Sub sektor transportasi:
Transportasi udara: Penutupan Bandara Adisucipto yang ditetapkan oleh Departemen Perhubungan sampai dengan tanggal 15 November 2010 menyebabkan jumlah penerbangan dan jumlah penumpang pesawat turun. Terdapat 23 penerbangan domestik dan 3 penerbangan internasional perhari terhenti atau diperkirakan terdapat pengurangan jumlah penumpang sekitar 58.300 penumpang selama 11 hari (per hari rerata 5.300 penumpang). Bahkan, setelah bandara dibuka, diperkirakan penerbangan masih belum optimal. Transportasi darat: transportasi darat terpukul karena jumlah kunjungan wisatawan turun drastik. Rental mobil yang biasanya ramai mengalami pukulan cukup berat.
4.      Sektor pariwisata:
Kunjungan wisatawan berkurang ataupun sebagian menunda, banyak event yang semula akan dilaksanakan di Yogyakarta banyak yang dialihkan pelaksanaannya (nasional maupun internasional), tingkat hunian hotel turun 70% dari rata-rata tingkat hunian 70% menjadi 30% dan ada yang kurang.
Hal ini memberikan dampak pada penurunan penjulan produk kerajinan, usaha kuliner, usaha transportasi turun, dan lainnya.
5.      Sektor jasa: lebih terkait dengan penurunan kinerja di sektor PHR.
6.      Sektor konstruksi : terdapat 2.271 rumah rusak.


3.      Banjir


Banjir adalah peristiwa alam yang terjadi ketika aliran air yang berlebihan merendam daratan. Banjir merupakan fenomena alam yang biasa terjadi di suatu kawasan yang banyak dialiri oleh aliran sungai. Secara sederhana banjir dapat didefinisikan sebagainya hadirnya air di suatu kawasan luas sehingga menutupi permukaanbumi kawasan tersebut. Banjir juga merupakan salah satu peristiwa alam yang sering terjadi di indonesia, tetapi bencana ini lebih sering terjadi akibat ulah manusia.

Banjir di Indonesia
Saat ini bencana banjir bukan hal tabu di indonesia. Seperti yang kita ketahui daerah yang paling sering banjir adalah indonesia. Tetapi di kota tarakan juga sering mengalami banjir, walaupun tidak sebesar di kota jakarta. Khusus di kota tarakan daerah yang sering terjadi banjir itu seperti disebengkok, karang ayar, selumit dan di jalam keramat.

a.       Penyebab Banjir
Penyebab-penyebab banjir antara lain:
·         Pembangunan gedung dan rumah-rumah beton yang menutup permukaan tanah sehingga mempersulit permukaan tanah untuk menyerap air.
·         Intensitas curah hujan yang berlebihan.
·         Masyarakat menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan sampah yang mengakibatkan tumpukan sampah yang membuat aliran air menjadi terhambat dan terjadi pendangkalan sungai.
·         Jebolnya bendungan.

b.      Dampak dari banjir
Dari berbagai macam jenis banjir, pada umumnya banjir memiliki berbagai akibat dan dampak negatif yang secara langsung maupun tidak langsung berpengaruh bagi manusia.
1.      Banjir dapat merusak sarana dan prasarana
Banjir dapat menghancurkan rumah, gedung, jembatan, jalan dan masih banyak lagi.
2.      Banjir memutuskan jalur transportasi
Dampak paling umum dari banjir adalah memutuskan jalur transportasi darat. Akibat genangan air pada jalan yang cukup tinggi, motor, mobil atau bahkan truk puso / container tidak bisa melewati jalan tersebut. Selain motor dan mobil, lalu lintas kereta api pun dapat terganggu
3.      Banjirmerusak dan bahkan menghilangkan peralatan, perlengkapan, harta benda lainnya atau bahkan jiwa manusia
Kerugian yang disebabkan banjir diantaranya adalah kerusakan benda, alat elektronik, mesin, surat-surat berharga (sertifikat, ijazah, dll), perlengkapan rumah tangga, rumah, gedung, dan yang paling berharga: jiwa manusia.
4.      Banjirdapat mengakibatkan pemadaman listrik
Listrik sudah menjadi kebutuhan sehari-hari. Karena tingginya air / luapan banjir, listrik harus kita padamkan atau bahkan dipadamkan oleh pihak PLN. Bayangkan betapa terbatasnya aktifitas keseharian kita bila aliran listrik padam.
5.      Banjirmengganggu aktivitas sehari-hari
Dengan adanya banjir, otomatis akan menganggu aktifitas sehari-hari. Sekolah terganggu, kerja terganggu, bersantai pun terganggu. Karena air banjir, semua aktifitas pun terganggu atau bahkan harus dihentikan untuk sementara waktu.
6.      Banjir dapat menganggu atau bahkan merusak perekonomian

Perekonomian terganggu karena banjir merendam sawah sehingga panen/ produksi padi terganggu, karena transportasi terputus bahan makanan yang diangkut oleh truk dapat membusuk atau mungkin membutuhkanbiaya tambahan karena harus mencari jalan alternatif walaupun lebih jauh, Produksi pabrik dihentikan sementara karena mesin produksi terendam air atau listrik dipadamkan sehingga mesin produksi tidak dapat dijalankan, dan masih banyak lagi sebab kerugian tidak berasal hanya dari rusaknya mesin tetapi juga bisa dari sisi terhambatnya / terganggunya produktifitas
7.      Banjirdapat mencemari lingkungan sekitar kita
Saat banjir datang tidak hanya air, tetapi juga membawa serta sampah, kotoran, limbah pabrik / kimia, minyak (oli, bensin, solar, minyak tanah, dsb), dan masih banyak lagi. Selain dapat mencemari sumber air bersih, banjir juga akan mengotori, halaman atau bahkan rumah kita sehingga menjadi tidak hiegienis.
8.      Banjirdapat mendatangkan masalah / gangguan kesehatan (penyakit)
Banjir menyebabkan lingkungan menjadi kurang atau tidak bersih, sehingga nyamuk dan bibit kuman penyakit mudah berkembang biak. Selain itu umumnya makanan dan minuman yang sehat akan lebih susah ditemukan (terjadi kerawanan pangan) dan juga karena terlalu sering kena air maka dapat menyebabkan kondisi tubuh menurun.
9.      Banjirdapat menyebabkan erosi atau bahkan longsor
Semakin deras air banjir, kemungkinan untuk mengiikis pinggiran aliran banjir akan semakin tinggi sehingga erosi atau bahkan longsor akan semakin mungkin terjadi
10.  Banjir dapat merubah, mengganggu, atau bahkan menghapus / menghilangkan masa depan
Bila banjir melanda cukup lama atau cukup besar, seiring dengan bertambahnya pengalaman disaat banjir, roda kehidupan juga bisa dapat berubah dengan drastis. Kehilangan pekerjaan, kehilangan mata pencaharian, hutang yang semakin menumpuk, kesehatan yang terganggu, atau bahkan kehilangan jiwa. Kesemuanya itu dapat merubah masa depan seseorang, keluarga atau bahkan masyarakat, baik secara langsung ataupun tidak langsung.
c.       Penanggulaan banjir
Mencegah dan menanggulangi banjir tak dapat dilakukan oleh pemerintah saja atau orang perorang saja. Dibutuhkan komitmen dan kerjasama berbagai pihak untuk menghindarkan Jakarta dan kota lain di Indonesia dari banjir besar.
Tindakan-tindakan yang dapat dilakukan itu antara lain:
-          Membuang lubang-lubang serapan air
-          Mengubah perilaku masyarakat agar tidak lagi menjadikan sungai sebagai tempat sampah raksasa
Penanggulangan banjir dilakukan secara bertahap, dari pencegahan sebelum banjir penanganan saat banjir , dan pemulihan setelah banjir. Tahapan tersebut berada dalam suatu siklus kegiatan penanggulangan banjir yang berkesinambungan, Kegiatan penanggulangan banjir mengikuti suatu siklus (life cycle), yang dimulai dari banjir, kemudian mengkajinya sebagai masukan untuk pencegahan sebelum bencana banjir terjadi kembali. Pencegahan dilakukan secara menyeluruh.

4.      Angin Topan

Angin Topan adalah pusaran angin kencang dengan kecepatan angin 120 km/jam ataulebih yang sering terjadi di wilayah tropis diantara garis balik utaradan selatan, kecuali di daerah-daerah yang sangat berdekatan dengan khatulistiwa.
Angin topan disebabkan oleh perbedaan tekanan dalam suatusistem cuaca. Angin paling kencang yang terjadi di daerah tropis iniumumnya berpusar dengan radius ratusan kilometer di sekitar daerahsistem tekanan rendah yang ekstrem dengan kecepatan sekitar 20 Km/jam.Di Indonesia dikenal dengan sebutan angin badai.
Angin topan di indonesia

Baru-baru ini pada tanggal 11 september 2012 terjadi bencana angin topan di Bogor jawa barat. Peristiwa ini mengakibatkan 670 rumah warga bogor rusak. Namun tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. 670 rumah yang rusak terdiri dari 6 desa di kecamatan ciomas dan taman sari.
Untuk membantu para korban bencana serta menyisir bangunan yang roboh dan menyingkirkan sejumlah pohon yang tumbangtelah dikerahkan 21 personil TNI ke desa sukamakmur.
Tanda-tanda terjadinya angin ribut
Ø  Terlihat gumpalan awan gelap
Ø  Petir dan guruh terlihat dari kejauhan
Ø  Terdengar suara guruh dari kejauhan

5.      Tanah Longsor

Longsor atau sering disebut gerakan tanah adalah suatu peristiwa geologi yang terjadi karena pergerakan masa batuan atau tanah dengan berbagai tipe dan jenis seperti jatuhnya bebatuan atau gumpalan besar tanah.Secara umum kejadian longsor disebabkan oleh dua faktor yaitu faktor pendorong dan faktor pemicu.Faktor pendorong adalah faktor-faktor yang memengaruhi kondisi material sendiri, sedangkan faktor pemicu adalah faktor yang menyebabkan bergeraknya material tersebut.

a.       Gejala terjadinya tanah longsor
Gejala-gejala umum yang biasanya timbul sebelum terjadinya bencana tanah longsor adalah:
Ø  Munculnya retakan-retakan di lereng yang sejajar dengan arah tebing.
Ø  Biasanya terjadi setelah hujan.
Ø  Munculnya mata air baru secara tiba-tiba.
Ø  Tebing rapuh dan krikil mulai berjatuhan

b.      Pemicu terjadinya tanah longsor
Umumnya, timbulnya tanah longsor dipicu oleh hujan lebat.Lereng gunung yang gundul dan rapuhnya bebatuan dan kondisi tanah yang tidak stabil membuat tanah-tanah ini tidak mampu menahan air di saat terjadi hujan lebat.Akan tetapi, tanah longsor juga bisa ditimbulkan oleh aktivitas gunung berapi atau gempa.
Lereng-lereng yang lemah yang mendapat tekanan dari getaran gempa tentu saja membuat tanah yang terkena tekanan tadi menjadi longsor. Aktivitas gunung berapi yang menimbulkan hujan deras, simpanan debu yang lengang dan alirannya pun juga dapat menimbulkan tanah longsor.
Penambangan tanah, batu, atau pasir yang tidak terkendali juga bisa menjadi pemicu bencana ini. Manusia seharusnya tidak menggunduli hutan, menambang tanah atau pasir atau bebatuan dalam jumlah besar yang akan mengganggu kestabilan tanah dan memicu terjadinya longsor.
Selain faktor di atas, faktor lain yang memicu terjadinya tanah longsor adalah erosi akibat sungai dan gelombang laut menciptakan lereng yang curam. Bahkan petir, getaran mesin, dan penggunaan bahan peledak juga dapat menimbulkan tanah longsor.
Bencana Tanah Longsor Di Indonesia
Setidaknya terdapat 918 lokasi rawan longsor di Indonesia.Setiap tahunnya kerugian yang ditanggung akibat bencana longsor sekitar Rp.800 milyar, sedangkan jiwa terancam sekitar 1 juta.
Daerah yang memiliki rawan longsor:
     Jawa Tengah 327 lokasi
     Jawa Barat 276 lokasi
     Sumatera Barat 100 lokasi
     Sumatera Utara 53 lokasi
     Yogyakarta 30 lokasi
     Kalimantan Barat 23 lokasi
     Sisanya tersebar di NTT, Riau, Kalimantan Timur, Bali dan Jawa Timur.
Di kota tarakan juga pernah terjadi bencana tanah longsor, daerah yang rawan tanah longsor di tarakan adalah di kawasan Gunung Bakso  Kelurahan Karang Balik, daerah kampung bugis dalam dan daerah ladang dalam.
Seperti kejadian 03 April 2006 silam, Hujan deras yang turun pada sabtu malam (1/04/2006) hingga minggu subuh telah menyebabkan terjadinya tanah longsor disejumlah tempat di kota Tarakan, antara lain daerah Kampung Bugis dalam di RT 14 dan RT 15, kemudian daerah Ladang Dalam di RT 26.
Peristiwa longsor tidak terjadi secara serentak, melainkan berturut-turut. Di RT 14 Kampung Bugis terjadi pada jam 04.30 dini hari, RT 15 Kampung Bugis sekitar jam 07.30 pagi, sedangkan longsor di Ladang Dalam Terjadi kurang lebih jam 10.00 siang.
Mengetahui kejadian tersebut warga lalu bergotong royong membersihkan timbunan Lumpur dan melakukan pencarian korban. Untuk lokasi longsor di Ladang Dalam didatangkan alat berat eskavator mengingat ada korban yang tertimbun longsoran. Dan akhirnyapun korban berhasil di evakuasi pada sekitar jam 13.00 wite, dari data yang dihimpun korban meninggal bernama Sakir (30th).
Kerugian yang tercatat karena longsor di dua tempat ini yakni lima rumah di Kampung Bugis jebol dan menghanyutkan barang-barang elektronik, dan satu rumah di Ladang Dalam rata dengan tanah, Ditaksir kerugian mencapai ratusan juta rupiah.
Tidak hanya itu pada tanggal Selasa, 17 Januari 2012 wakil walikota tarakan Suhardjo Trianto mengintruksikan Satpol PP membantu mengevakuasi salah satu rumah warga yang rawan longsor di daerah gunung bakso. Rumah yang beratasnamakan erni itu sangat rawan karena rumah itu dengan kemiringan tanah lebih dari 45 derajat. Untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan, atas perintah wakil walikota pihak satpol PP membantu mengevakuasi barang-barang dan  keluarga Erni ke rumah di daerah Selumit yang telah disewakan Pemkot Tarakanselama satu tahun.

BAB III

PENUTUP

A.    Kesimpulan

1.      Gempa bumi adalah getaran atau guncangan yang terjadi di permukaan bumi akibat pelepasan energi dari dalam secara tiba-tiba yang menciptakan gelombang seismik
2.      Gunung berapi atau gunung api secara umum adalah istilah yang dapat didefinisikan sebagai suatu sistem saluran fluida panas (batuan dalam wujud cair atau lava) yang memanjang dari kedalaman sekitar 10 km di bawah permukaan bumi sampai ke permukaan bumi, termasuk endapan hasil akumulasi material yang dikeluarkan pada saat meletus.
3.      Banjir adalah peristiwa alam yang terjadi ketika aliran air yang berlebihan merendam daratan. Banjir merupakan fenomena alam yang biasa terjadi di suatu kawasan yang banyak dialiri oleh aliran sungai.
4.      Angin Topan adalah pusaran angin kencang dengan kecepatan angin 120 km/jam atau lebih yang sering terjadi di wilayah tropis diantara garis balik utara dan selatan, kecuali di daerah-daerah yang sangat berdekatan dengan khatulistiwa
5.      Longsor atau sering disebut gerakan tanah adalah suatu peristiwa geologi yang terjadi karena pergerakan masa batuan atau tanah dengan berbagai tipe dan jenis seperti jatuhnya bebatuan atau gumpalan besar tanah.

B.     Saran

Pemerintah seharusnya lebih memperhatikan antisipasi penanggulangan bencana yang sering terjadi, salah satu cara antisipasi misalnya sesering mungkin melakukan simulasi bencana alam yang biasa dilakukan di gedung-gedung bertingkat, hal itu terkadang dilakukan untuk antisipasi bencana alam gempa bumi. Dengan begitu jika nantinya terjadi gempa bumi masyarakat dapat melakukan langkah-langkah penyelamatan.
Selain itu pemerintah harus lebih cepat tanggap ketika terjadi bencana apapun di indonesia. Dengan memberikan bantuan langsung kepada korban bencana alam. 
Saran untuk masyarakat adalah agar masyarakat lebih peduli dengan lingkungan. Seperti yang kita ketahui diantara banykanya bencana alam, banjir juga merupakan bencana alam. Tetapi banjir lebih di akibatkan ulah manusia. Seharusnya sosialisasi pemerintah akan bencana banjir harus lebih mendalam dilakukan pada masyarakat agar mereka mengetahui ha-hal apa saja yang dapat mengkibatkan banjir sehingga tidak mengulanginya lagi

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar